Selasa, 09 Juni 2026

PSB Ponpes Tanboa Madani TP. 2026/2027

 




Tanjung Bonai Aur — Pondok pesantren Tanboa Madani MN kembali membuka kesempatan bagi para calon santri yang ingin menimba ilmu agama dan membentuk karakter islami melalui Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Ajaran 2026/2027.


Pendaftaran ini terbuka bagi lulusan SD/MI, maupun sederajat yang memiliki keinginan kuat untuk belajar Al-Qur’an, ilmu agama, serta pembinaan akhlak di lingkungan pesantren yang disiplin dan penuh nilai kebersamaan.


Pihak pesantren menyampaikan bahwa proses pendaftaran umumnya dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengisian formulir, verifikasi berkas, hingga meliputi tes baca Al-Qur’an, wawancara, serta cek kemampuan dasar sesuai ketentuan masing-masing lembaga.


Ketua panitia PSB menjelaskan bahwa tujuan utama penerimaan santri baru ini adalah untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.


“Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian santri,” ujarnya.


Selain itu, pihak pesantren juga mengimbau kepada para orang tua agar mendampingi anak dalam proses pendaftaran dan memastikan data yang diisi benar serta sesuai ketentuan.


Dengan dibukanya pendaftaran ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang bergabung dan menuntut ilmu di pesantren demi masa depan yang lebih baik dan penuh keberkahan.


📌 Informasi lebih lanjut biasanya dapat diperoleh melalui panitia penerimaan santri baru masing-masing pesantren.





Senin, 03 November 2025

Belajar dari buah Durian

 


Buah Durian

Berkaca pada durian untuk kehidupan manusia, penting untuk diambil pelajaran dan hikmahnya. Durian lahir dari pohon besar dan tinggi. Tetapi dalam perkembangannya, ada durian yang pohonnya pendek tapi sudah berbuah.

Dalam kehidupan, menunjukkan bahwa manusia dipersilahkan untuk punya idealisme dan cita-cita tinggi, seperti tingginya pohon durian di kampung-kampung. Makin tinggi cita-citanya, makin tinggi pula hembusan angin kencang yang menerpanya.

Manusia yang tinggi idealisme dan cita-citanya, memang punya banyak cobaan yang menerpanya.

Saking kencang cobaannya, kita perlu diikat oleh tali agama Allah yang berupa al-Qur'an dan juga sunnah Rasullah sebagai pembaca serta penafsir firman Rab-Nya.

Diikat bukan dirinya takut jatuh, tetapi tindakan pencegahan agar tidak menimpa kepada orang yang tidak berdosa. Artinya, orang yang tertimpa durian dikhawatirkan akan berdampak luka iman. Imbasnya, iman yang terluka adalah iman yang sakit.

Pengobatan iman yang sakit, dalam batas tertentu ada yang cukup rumit, tergantung posisi siapa yang terluka iman?. Yang jelas iman yang sakit, tidak pandang bulu menimpanya.

Ia bisa menimpa orang baik, orang saleh, orang yang dianggap ahli agama, orang pinter dengan sederet gelar atau pejabat teras sekalipun.

Karena iman kadarnya bisa naik dan bisa turun, tergantung orang itu ada di lingkungan mana?. Bergaul dengan siapa?. Pergi ke mana? Berbuat dengan tujuan apa? Sampai memberi dan mengerjakan untuk siapa?

Jika tujuannya  melenceng, maka niat dan imannya sedang sakit. Sakit tidak berarti fisik, tapi rohani pun bisa terkena sakit. Justru karena sakit rohaninya, fisik pun bisa terbawa sakit.

Jika sudah begini, maka jiwa dan fisik harus segera mencari pengikat, seperti durian yang diikat khawatir jatuh imannya dan menimpa kepada orang yang tidak sanggup mengalaminya.

Tetapi Allah maha adil, iman itu jatuh buat manusia yang tidak hati-hati dalam menjaga perbuatannya. Perbuatan yang negatif, pertanda imannya telah "jatuh". Pada tahap ini, manusia akan mengerti bahwa menjaga dengan berpegang teguh pada tali agama Allah adalah kuncinya.

Kunci di mana menjaga agar iman tetap stabil atau berusaha menaikannya adalah idaman setiap orang. Namun, pertanyaan di atas menjadi PR untuk dijawab dengan hati nurani. Durian memang tampilannya berduri. Tampangnya serem, berduri tajam, namun dalamnya wangi.

Minggu, 19 Oktober 2025

Nakes Puskesmas Kumanis Lakukan Pembinaan di Ponpes Tanboa Madani MN

 

Photo 0.1

Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Kumanis) terus menggencarkan kegiatan Pembinaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) untuk sekolah – sekolah di wilayah kerja Puskesmas setempat. Hal tersebut dilakukan agar peserta didik dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Sabtu (18/10/2025) dilaksanakan Pembinaan dan Pelaksanaan UKS di Pondok Pesantren Tanboa Madani MN Tanjung Bonai Aur Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung dengan sasaran nya adalah Tenaga Pendidika dan Kependidikan serta Santri. 

Kegiatan pembinaan Kesehatan bertujuan Untuk memelihara meningkatkn kesehatan seluruh peserta didik binaan yang ditunjang dengan kesehatan perorangan berupa upaya kuratif bagi individu (peserta didik) yang memerlukan perawatan kesehatan tertentu.

Selain itu Sebagai upaya meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik dan menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin

Melalui kegiatan tersebut diharapkan Meningkatnya pengetahuan sikap dan tindakan peserta didik dalam memelihara kesehatan dan Terpenuhinya kebutuhan pelayanan bagi peserta didik yang memerlukan nya.

Terlaksananya kegiatan pembinaan dan pelaksanaan  ini meliputi Pemberian pengetahuan tentang kesehatan, kemudian Penanaman kebiasaan pola hidup sehat dan bersih agar dapat di implementasikan dalam kehidupan sehar-hari. (F2)

Peringatan Hari santri 2025, Santri Ponpes Tanboa Madani Tanam Bibit Pohon ciptakan Lingkungan ponpes yang Asri.

 

( Photo Santri )

Tanjung Bonai Aur, Sabtu 18 Oktober 2025 Santri Pondok Pesantren Tanboa Madani MN Tanjung Bonai Aur, Kabupaten Sijunjung menanam berbagai macam bibit Pohon.

Kegiatan yang dilakukan ini sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan, yang sering kali dikaitkan dengan peringatan Hari Santri Nasional atau program khusus pesantren. 

Adapun bibit pohon yang ditanam santri yaitu Manggis, Alpukat, Matoa, Lengkeng, Jambu Madu, Mangga, Nangka, dll. 

Kegiatan ini memiliki dasar keagamaan, yaitu menanam pohon dianggap sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, serta bertujuan untuk menanam harapan, kebaikan, dan membuat lingkungan pesantren menjadi lebih hijau. 

Beberapa Tujuan dan maka dari kgiatan Penanaman Pohon yaitu :
1. Pelestarian lingkungan
Menanam pohon berkontribusi pada kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. 

2. Amal jariyah
Berdasarkan ajaran Islam, menanam tanaman yang memberikan manfaat bagi makhluk hidup lain dianggap sebagai sedekah yang pahalanya mengalir hingga hari kiamat. 

3. Pendidikan karakter
Melibatkan santri dalam penanaman pohon dapat membentuk karakter yang peduli lingkungan, menumbuhkan kesabaran, dan kedisiplinan. 

4. Kontribusi nyata
Santri menunjukkan peran aktif dalam aspek sosial dan lingkungan, tidak hanya dalam bidang keagamaan. (F2)





Kamis, 25 September 2025

YBM PLN UP3 Cabang Solok salurkan Zakat pada Mustahik di Ponpes Tanboa Madani

 


Tanjung Bonai Aur, Kamis 25 September 2025. 

Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3   Cabang Solok salurkan Zakat pegawai kepada mustahik di Ponpes Tanboa Madani, Nagari Tanjung Bonai Aur Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat dalam kegiatan bertajuk pemberdayaan ekonomi dengan besaran dana Rp. 20.000.000 ( Dua Puluh Juta Rupiah ).

 

Mekanismenya setiap mustahik mendapatkan dana bantuan Konsumtif sebesar Rp. 2.000.000 (Dua Juta Rupiah). 


Penyaluran ini dibagikan kepada 10 orang guru yang mengajar di Pondok Pesantren Tanboa Madani MN.

 

Semoga zakat yang diberikan ini tepat sasaran, bermanfaat dan memberi semangat bagi Ustadz dan Ustadzah dalam melaksanakan tugas dalam mendidik anak-anak di Pesantren. 

 

Pengurus YBM juga mengajak seluruh mustahik untuk mendoakan serta mendukung upaya PLN dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

 

Penyerahan zakat ini, Merupakan agenda rutin yang wajib kami salurkan sebagai pertanggungjawaban atas zakat pegawai yang dikelola. Semoga penyaluran ini dapat memberikan manfaat kepada penerima serta dapat menjadi berkah serta ibadah bagi insan PLN,” sambung  pengurus.

 

Sementara itu, Pimpinan Ponpes, Firman Efendi, S.Pd.I mengucapkan terima kasih kepada Pengurus YBM PLN UP3  Cabang Solok. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Allah dan terima kasih kepada keluarga besar YBM PLN  UP3 Solok, zakat ini sangat berguna bagi mustahik disini," jelasnya. (F2)






Selasa, 16 September 2025

Tingkatkan Kualitas Ibadah Shalat

 


Untuk meningkatkan kualitas ibadah shalat, tunaikan shalat tepat waktu, berjamaah di masjid atau Mushallah, hadirkan hati dan fokus penuh (khusyuk), pahami arti bacaan shalat, dan perbaiki niat agar tulus karena Allah. Selain itu, tingkatkan pengetahuan agama dan akhlak sehari-hari, banyak berdzikir dan berdoa, serta mengurangi gangguan seperti gadget untuk lebih fokus beribadah. 

A.    Persiapan Sebelum Shalat

1.      Niat yang Ikhlas: 

Awali shalat dengan niat yang murni karena Allah, bukan karena puji-pujian manusia. 

2.      Bersuci: 

Pastikan badan dan pakaian dalam keadaan bersih sebelum melaksanakan shalat. 

3.      Hindari Gangguan: 

Jauhkan diri dari distraksi duniawi, seperti gadget, agar bisa lebih fokus. 

B.     Selama Shalat

1.      Tepat Waktu: 

Laksanakan shalat di awal waktu untuk menunjukkan prioritas terhadap perintah Allah. 

2.      Khusyuk: 

Hadirkan hati dan pikiran hanya kepada Allah, hindari pikiran yang mengganggu. 

3.      Pahami Bacaan: 

Usahakan untuk memahami makna dan arti dari setiap doa dan ayat yang dibaca agar ibadah lebih bermakna. 

4.      Perbaiki Gerakan: 

Laksanakan setiap gerakan shalat dengan perlahan, benar, dan penuh perhatian. 

C.    Setelah Shalat dan Amalan Tambahan

1.      Perbanyak Dzikir dan Doa: 

Lakukan dzikir dan berdoa setelah shalat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun. 

2.                  Perbanyak Baca Al-Qur'an: 

Luangkan waktu untuk membaca dan merenungi makna Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup. 

3.      Amalkan Kebajikan:

Tingkatkan kualitas ibadah dengan melakukan amalan kebajikan lainnya seperti bersedekah dan menjaga akhlak yang baik kepada sesama. 

4.      Perbanyak Shalat Sunnah: 

Tambah shalat sunnah, terutama salat rawatib, untuk menambah kedekatan dengan Allah. 

5.      Belajar dan Bertanya:

Tingkatkan pengetahuan agama dengan mengikuti kajian, membaca buku Islam, dan bertanya kepada ulama.