Selasa, 16 November 2021

Bersih, Belum Tentu Suci

Hati-hati!.....
Bersih belum tentu suci..
Nampak bersih tapi bergelimang najis 

Realiti

Seorang ibu memandikan bayinya. Pampers dicabut lalu tanpa dibasuh dulu, si anak langsung di rendam di dalam bak mandi bayi. 

Selesai mandi, diangkat bayi tadi tanpa disiram lagi seluruh tubuh si bayi yang masih menempel najis.

Terkadang...
Ketika anak menunggu dipakaikan pampers, ia sudah terkencing. Terus si ibu mengelap dengan handuk yang digunakan juga untuk mengelap tubuh si anak, lalu langsung memakaikan baju si anak dan ibu ini meneruskan kerja-kerja yang lain tanpa membersihkan dengan baik kawasan yang terkena air kencing tersebut.

Ini kisah yang sering terjadi dan pelbagai macam 'cara' membersihkan najis yang salah serta dianggap remeh oleh segelintir kita ibu-ibu 

Sadar atau tidak...

1. Najis WAJIB dibersihkan dengan baik hingga suci (hilang bau, warna dan rasa). Masyarakat kita menganggap najis itu adalah kotoran besar/tahi saja. Padahal AIR KENCING juga adalah najis. Penyuciannya juga sama, wajib betul-betul bersih dan suci.

2. Bak mandi yang direndamkan bayi tanpa mencuci dahulu kemaluan bayi yang terkena najis akan menjadikan seluruh air mandian tersebut telah tercemar dengan najis dan tidak dapat mensucikan lagi. 

3. Handuk atau pakaian yang terkena air kencing bayi adalah najis dan jika terkena pakaian atau tempat lain maka harus diganti dengan yang baru. 

4. Lantai kamar mandi yang sudah terkena air kencing lalu tidak disiram dengan baik dan terkena pula pada pakaian atau badan adalah najis yang jika dibawa keluar akan memindahkan najis tersebut ke tempat lain. 

5. Pakaian yang bernajis dipakai pula untuk solat serta solat ditempat bernajis tidak sah dan tidak diterima solatnya. Jika solat pun tidak diterima apalagi lagi doanya..

Sedih melihat betapa kurangnya kefahaman kita tentang pemahaman najis dan cara mensucikannya. Segelintir kita mengangap asal tidak nampak betul-betul sebagai tahi maka dianggap bukan najis. Jelas ini adalah pemahaman yang salah. 

Tidakkah kita bertanya kepada diri?

Mampukah kita mendidik dengan baik anak-anak kita jika dari kecil tubuhnya bergelimang najis? 
Ibu ayah bergelimang dosa karena pengabaian pendidikan thaharah dan penyuciannya ? 
Lalu bagaimana solatnya, doanya harus diterima Allah ?
Akibatnya jauh lebih besar

Seisi keluarga solat tidak diterima, doanya tidak dimakbulkan, rumahnya menjadi tempat kotor persingahan syaitan, membesarkan anak-anak yang hatinya keras dan kematiannya dalam keadaan tercela dan diazab asbab daripada AIR KENCING..
Nauzubillah ...

Ini bukan sekadar pendidikan "kebersihan" yang biasa-biasa saja, bahkan dampaknya mampu memberi sebuah rasa ketenangan dan keharmonisan dalam rumah tangga jika dijaga dengan baik. 

Untuk para suami dan isteri...

Wahai para suami, didik dan berikanlah ilmu agama yang secukupnya bermula daripada aspek "kebersihan dalam Islam" yang kian dipandang ringan oleh kebanyakan keluarga Islam. 

Tidak salah anda mengajarkan atau belajar kembali ' Pelajaran Thaharah'  membahas bersama keluarga sehingga difahami keseluruhan ahli keluarga anda dengan baik. 

Mana yang salah tegur dan ajak bersama-sama diperbaiki. Perhatikan cara isteri mengurus najis anak kecil, dan tegur dengan cara yang baik sembari diajarkan jika terdapat kesalahan. 

Perhatikan cara anak-anak menggunakan kamar mandi, cara istinja sesuai syariat, memastikan mereka mampu menjaga adabnya dengan baik. Anak-anak lebih mudah dididik melalui teladan. Jadilah seorang suami yang kepimpinannya dan kewibaannya bukan hanya terletak pada katanya tetapi teladan yang baik yang membentuk isteri dan anak lebih dekat dengan ketakwaan.

Wahai para isteri, para ibu, para calon istri ataupun calon ibu, masa mengurus anak adalah masalah yang dihadapi seharian 24 jam, maka perkemaskan diri dengan ilmu agama, yang dipraktikkan dengan baik khususnya dalam aspek kebersihan ini. 

Kadang kita lelah, sedih memarahi sikap anak yang melawan kata, geram dengan perangainya yang keras hati lalu tidak menyelidik atau introspeksi diri, rupanya kita gagal BUKAN karena perangai buruk mereka tetapi dari kecil kita sendiri melakukan dosa membiarkan anak dan rumah tangga begelimang najis, lalu mengharap anak mendengar kata? sedangkan rumah tangga yang kita bina didampingi syaitan akibat gagal mengurus najis dengan baik. 

Kain baju bernajis bercampur aduk, anak-anak masih kecil sebebasnya keluar masuk kamar mandi tidak beralas kaki, anak-anak lelaki dibiarkan kencing berdiri, air kencing, tahi, muntah dll, yang diurus dengan ceteknya ilmu. 

Yaa Robb ...

Mulianya seorang isteri apabila 'lelahnya' mengurus keluarga bukan sekedar makan dan minum tetapi memastikan keluarganya terpelihara daripada mendapat azab-Nya sehingga tidak ada ganjaran yang lebih layak baginya melainkan syurga.

Ambillah juga pengajaran buat semua terutama yang dipertangungjawab mengurus anak dan keluarga. Semoga Allah selalu memelihara dan merahmati.

Wallahu ta'ala a'lam
Baarokallaahu fiikum 

Senin, 08 November 2021

TPQ 3 Nagari ikuti Lomba Cerdas Cermat di Ponpes Tanboa Madani.MN

Pondok Pesantren Tanboa Madani Tanjung Bonai Aur menggelar kegiatan Lomba Cerdas Cermat antar TPQ/TPSQ se Kenagarian Tanjung Bonai Aur, Tanjung Bonai Aur Selatan, dan Kumanis dalam rangka semarak Hari Santri dan Sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Tanboa Madani.MN.

Kegiatan ini menyasar santri TPQ/TPSQ yang ada di 3 nagari tersebut. Tujuannya  untuk mengenalkan adanya Hari Santri yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden Jokowi pada setiap tanggal 22 Oktober sekaligus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW serta memberikan wadah bagi santri di sini untuk lebih giat dan semangat di dalam menuntut ilmu. 

Lomba Cerdas Cetmat ini diikuti oleh 24 grup utusan TPQ/TPSQ yang ada di Kenagarian Tanjung Bonai Aur, Tanjung Bonai Aur Selatan, dan Kumanis. 

salah satu peserta yang menyabet juara pada lomba cerdas cermat mengaku semakin termotivasi untuk belajar.

“Alhamdulillah, saya dapat Juara cerdas cermat. Rasanya deg-degan. Sebelumnya, saya  berusaha belajar untuk menambah pengetahuan luas. Terima  kasih Panitia dan Ponpes Tanboa Madani telah menggelar kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Lomba, Linda Wahyuni, S.SI mengatakan bahwa kegiatan ini dapat berlangsung secara rutin tiap tahunnya dengan skala yang lebih luas lagi. 

Ketua yayasan, Adam,  S. AP mengatakan ini adalah kegiatan yang luar biasa untuk mengantar santri di TPQ/TPSQ rajin belajar sehingga bisa mendalami ilmu agama dan pengetahuan umum. Senada dengan itu, salah seorang tokoh masyarakat B. Dt. Sumurajo berharap,  Semoga ke depan Panitia dan Ponpes Tanboa Madani bisa kembali hadir untuk menyelenggarakan acara seperti ini dan hari-hari besar lainnya. Hal ini penting  agar santri juga dapat termotivasi semangat belajarnya,” tutupnya.

Adapun yang menjadi pemenang pada Lomba ini yaitu Juara 1 diraih oleh TPQ Nurul Jannah, Juara 2 TPQ Darul Ikhsan, dan Juara 3 TPQ Babul Hasanah.