Kamis, 15 April 2021

Hukum Berpuasa Tanpa Mandi Wajib

 HUKUM BERPUASA TANPA MANDI WAJIB



Ketika seseorang berjunub di malam hari pada bulan ramadhan, baik karena mimpi basah maupun karena hubungan badan, atau karena onani, kemudian belum madi hingga masuk subuh, apakah puasanya sah? 


Kasus yang sering terjadi, mereka berjunub di malam hari dan ketiduran, kemudian bangun sudah masuk waktu shalat subuh.


Karena ketidak tahuannya, ada sebagian orang yang enggan puasa karena belum mandi junub ketika masuk subuh. Yang lebih parah lagi, ada yang tidak shalat subuh karena melanjutkan tidur hingga pagi hari. Padahal semua tindakan ini, meninggalkan shalat atau tidak puasa tanpa alasan, adalah dosa sangat besar. Sementara, belum mandi ketika masuk waktu subuh, BUKAN alasan yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa. Dan meninggalkan puasa tanpa asalan yang benar mendapatkan acaman sangat keras, sebagaimana keterangan di: Hukum Membatalkan Puasa Tanpa Alasan.


Belum Mandi Ketika masuk Waktu Subuh


Bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil. Ini berbeda dengan shalat atau thawaf di ka’bah. Orang yang hendak shalat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil. Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah shalat maka shalatnya batal. Lain halnya dengan puasa, suci dari hadats bukanlah syarat sah puasa. Tidak bisa kita bayangkan andaikan puasa harus suci hadi hadats, tentu semua orang yang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang air selama berpuasa.


Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi hingga subuh, tidak perlu khawatir, karena semacam ini tidaklah mempengaruhi puasanya. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma; mereka menceritakan,


كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ


“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).


At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan,


وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَغَيْرِهِمْ، وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ


Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).


Bolehkah Sahur dalam Kondisi Junub?


Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia berada dalam keadaan harus memilih antara mandi dan sahur, apa yang harus didahulukan?


Dari penjelasan di atas, kita punya kesimpulan bahwa mandi junub tidak harus dilakukan sebelum subuh. Orang boleh mandi junub setelah subuh, dan puasanya tetap sah. Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Seseorang tidak boleh sahur setelah masuk waktu subuh. Dengan menimbang hal ini, seseorang memungkinkan untuk menunda mandi dan tidak mungkin menunda sahur. Karena itu, yang mungkin dia lakukan adalah mendahulukan sahur dan menunda mandi.


Hanya saja, sebelum makan sahur, dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu. Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,


كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جنبا فأراد أن يأكل أو ينام توضأ وضوءه للصلاة


“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (H.r. Muslim, 305).


Jika Hendak Shalat Subuh, Mandi Dulu


Perhatikan, jangan sampai kondisi junub ketika puasa membuat anda meninggalkan shalat subuh, disebabkan malas mandi. Karena meninggalkan shalat adalah dosa yang sangat besar. Sebelum shalat, mandi dulu, karena ini syarat sah shalat.


Allah berfirman,


وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا


“Jika kalian dalam keadaan junub, bersucilah..” (QS. Al-Maidah: 6)


Demikian, semoga bermanfaat.

Rabu, 07 April 2021

Sambut Ramadhan, Penyuluh Kec. Sumpur Kudus laksanakan Thaharah Masjid dan Motivasi kepada Jamaah.

 


Sambut Ramadhan, Penyuluh Kec. Sumpur Kudus laksanakan Thaharah Masjid dan Motivasi kepada Jamaah. 


Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H / 2021 M,  Penyuluh Agama Kecamatan Sumpur Kudus laksanakan Thaharah Masjid dan Motivasi kepada Jamaah.  Pada tahun ini, Masjid yang di Kunjungi yaitu Masjid Babul Khairat yang terletak di Jorong Tanjung Gadang,  Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus,  Kabupaten Sijunjung. 


Sebelum Thaharah Masjid,  Kepada Jamaah diberikan motivasi oleh Bapak Aljamaedi, S. Ag, MA Penyukuh Agama Fungsional Kecamatan Sumpur Kudus. Dalam motivasi tersebut, jamaah di harapkan dapat untuk memaksimalkan bulan tersebut dengan selalu memperbanyak Ibadah, seperti shalat,  zikir, sedekah, dll. Jamaah sangat antusias sekali mendengarnya dan sangat termotivasi untuk melakukannya. Sehingga jamaah meminta kepada ustaz untuk meluangkan waktu mengisi pengajian di Masjid tersebut. 


Selesai kegiatan thaharah masjid,  dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan Penyuluh Agama Non PNS oleh Bapak Kepala KUA Kecamatan Sumpur Kudus. Dalam Pembinaan tersebut disampaikan agar penyuluh tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah pada bulan Ramadhan. 

Kamis, 01 April 2021

Persiapan Diri Menjelang Ramadhan


Tak terasa sebentar lagi Ramadhan tiba. Apa saja yang sudah kita lakukan untuk persiapan bulan Ramadhan?


Biasanya nih, menjelang bulan Ramadhan orang berbondong-bondong belanja ke pasar atau supermarket membeli berbagai kebutuhan bulan puasa. Stok makanan kaleng, sirup botolan untuk berbuka puasa, atau membeli daging untuk persiapan bulan Ramadhan hari pertama.


Tidak hanya yang berkaitan dengan bahan makanan, kita juga harus mempersiapkan diri untuk bisa beribadah dengan tenang saat Ramadhan tiba. Menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih taat kepada Sang Pencipta.


Perubahan ini tentunya tak bisa terjadi dalam satu malam, untuk itu sebelum kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan, lebih baik kita membiasakan diri untuk mencapai spiritualitas yang maksimal di bulan suci ini. 


Tak hanya Ramadhan saja, memperbaiki kualitas spiritual memang baik dilakukan kapan saja. Namun, karena Ramadhan sudah di depan mata, maka inilah waktunya untuk memperkuat niat dan mengimplementasikan ajaran-Nya untuk perubahan yang lebih baik.


Setidaknya,  ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan sebelum Ramadhan :


1. Bertaubat


Taubat terkadang selalu dikaitkan dengan dosa besar. Padahal taubat juga perlu dilakukan untuk memohon pengampunan dari dosa besar maupun kecil, sengaja maupun tidak disengaja.


Taubat artinya mengakui bahwa kita hanyalah manusia yang tak luput dari dosa. Bertaubat dicerminkan dari implementasi ibadah yang tak henti, memohon ampun mengucap istighfar dan selalu berdzikir. Memasuki bulan Ramadhan ini, adalah saat tepat untuk melakukannya.


2. Meningkatkan kualitas ibadah


Sebuah pengingat penting yang harus ditanamkan di dalam hati. Umumnya saat Ramadhan kita selalu melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti tarawih atau membaca Al Quran lebih sering. Namun malah melupakan ibadah wajib yang masih seringkali terlupakan.


Ayooo ngaku... siapa yang malas menunggu subuh tiba karena tak kuat melawan kantuk setelah sahur? Atau masih suka menunda-nunda shalat wajib lantaran banyak pekerjaan yang harus diselesaikan? 


3. Menahan diri dari berbagai tindakan negatif


Memang, mengatakan untuk menahan diri dari berbagai tindakan negatif lebih mudah diucapkan ketimbang dilakukan.


Jangan terlalu fokus pada aksi-aksi besar seperti melakukan bakti sosial kepada mereka yang membutuhkan bantuan, tapi malah melupakan hal-hal kecil yang luput dari perhatian kita.


Contohnya seperti apa? Membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, ikut menyebarkan gosip yang belum tentu kebenarannya, atau mempercayai kebohongan-kebohongan yang diciptakan untuk menjatuhkan orang lain.


Nah, di bulan Ramadhan ini saatnya berubah. Tindakan yang terlihat kecil itupun juga menghadirkan dosa kalau dilakukan terus-menerus.


4. Ubah pola tidur


Dengan adanya makan sahur, pola tidur juga terkadang menjadi sebuah persoalan umum yang dihadapi hampir semua orang yang ikut berpuasa.


Ada orang terbiasa untuk tak tidur selepas sahur dan masih tetap bersemangat sepanjang hari. Tapi ada juga mereka yang harus kembali tidur, meskipun sulit karena biasanya jam kerja dan aktivitas menjadi lebih pagi di bulan Ramadhan sebagai kompensasi pulang cepat di sore harinya.


Berikan batasan waktu jam berapakah Anda harus tertidur di malam hari, untuk dapat bangun untuk sahur. Pasang pengingat jika perlu. Dan selalu disiplin dengan jadwal tidur dan bangun yang sudah Anda buat sendiri demi Ramadhan yang lebih terjadwal.


5. Mantapkan niat dan renungkan tujuan Ramadhan


Seperti hal lainnya dalam hidup, Ramadhan juga butuh tujuan. Bagus jika kita memiliki tujuan Ramadhan yang ditanamkan di dalam benak. Sebab hal ini akan membantu untuk mencapai apa yang hendak dicapai pada bulan Ramadhan.


Memasuki bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga memperkuat iman dan Islam kita. 

Semoga Bermanfaat


Kamis, 25 Maret 2021

Pengurus Ponpes Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur Silaturrahmi dengan wakil ketua DPpRD Kab. Sijunjung

Pengurus Ponpes Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur Silaturrahmi dengan wakil ketua DPRD Kab. Sijunjung.

Rabu, 24 Maret 2021 

Sijunjung, Pengurus Pondok Pesantren melakukan silaturahmi ke Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Rabu, 24 Maret 2021. 

Kunjungan Pengurus Ponpes yang diwakili oleh Ust. Firman Efendi, S.Pd.I diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sijunjung, Ust. Sofyan Hendri, S. Pd.I.

Pada pertemuan tersebut, Pengurus Ponpes menyampaikan bahwa maksud dan tujuan tersebut, semata-semata adalah kunjungan silaturahmi sekaligus meminta perhatian Pemda melalui lembaga DPRD untuk sarana berproses dan pengembangan seni santri di Kabupaten Sijunjung.“Alhamdulillah, diterima langsung oleh wakil Ketua DPRD Sijunjung, dan sangat merespons terkait pengembangan pesantren di daerah ini,” katanya.

Disebutkan bahwa kondisi beberapa Ponpes di Sijunjung termasuk Ponpes Tanboa Madani. MN, memang sangat membutuhkan perhatian di bidang sarana dan prasarana. “Olehnya itu, kami menyampaikan ini ke DPRD agar para pejabat di DPRD bisa memperhatikan kami dalam pengembangan Ponpes di daerah ini, Kabupaten Sijunjung,” ucapnya. (F2)


Selasa, 16 Maret 2021

Ponpes Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur adakan Kegiatan Lomba Pildacil dan Cerdas Cermat antar SD

Dalam Rangka Memperingati Isra Miraj,  Ponpes Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur adakan Lomba Pildacil dan Cerdas Cermat se Kecamatan Sumpur Kudus. 

Rabu, 10 Maret 2021

Pondok Pesantren Tanboa Madani, MN merupakan salah satu Ponpes yang ada di Kabupaten Sijunjung yang berlokasi di Jorong Pauh,  Nagari Tanjung Bonai Aur,  Kecamatan Sumpur Kudus. 

Dalam rangka memperingati isra dan miraj nabi Muhammad saw serta dalam rangka memperkenalkan keberadaan Ponpes Tanboa Madani kepada masyarakat,  ponpes tanboa madani mengadakan Lomba Pildacil dan Cerdas Cerdas antar SD se Kecamatan Sumpur Kudus. 

Pengurus yayasan Bapak Hamdani, S.Pd dalam sambutanya mengatakan bahwa Ponpes Tanboa Madani, MN berusaha untuk mewujudkan generasi qurani dengan Program Tahfiz dan Mengembangkan Potensi keterampilan santri melalui Teknologi, sehingga lulusan dari Ponpes memiliki bekal ilmu agama dan memiliki keterampilan untuk terjun kelapangan kerja. 

Pembina yayasan yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Dt. Sumurajo mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias dan mendukung keberadaan Ponpes ini. Semoga Ponpes Tanboa Madani nantinya ajan diminati dan dikenal oleh masyarakat luas. 

Kepala kantor Urusan Agama Kec. Sumpur Kudus Bapak Trimuspida Risman, S.Ag dalam arahanya Menyampaikan bahwa Lomba yang dilaksanakan ini bisa untuk melatih mental bertanding siswa dan siap untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi lagi. (Firman) 

Kamis, 05 November 2020

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW


Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Kamis,  05 November 2020

Oleh : Firman Efendi,  S. Pd. I 

(Penyuluh Agama Nagari Tanjung Bonai Aur) 

Saat ini,  Umat Islam tengah memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal yang jatuh pada Kamis, 29 Oktober 2020. 

Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yaitu nilai-nilai yang bisa diambil dari suatu peristiwa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Diantara hikmah maulid nabi Muhammad SAW yaitu sebagai berikut :

1. Bersholawat untuk Rasulullah. 

Peringatan maulid nabi dapat dijadikan momentum untuk mengirimkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Pertama, peringatan maulid nabi mendorong kita semua untuk senantiasa menghadirkan dan memperbanyak sholawat pada Baginda Rasulullah, sesuai dengan surat Al-Ahzab ayat 56," 

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya," firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 56.

2. Waktu bergembira. 

Umat Islam juga mesti bergembira memperingati maulid nabi. Pasalnya, peringatan maulid nabi berarti merayakan kehadiran sosok yang menjadi suri teladan bagi umat Islam sesuai dengan surat Al-Ahzab ayat 21.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah," firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21.

Allah SWT menjuluki Nabi Muhammad sebagai uswah yang berarti tidak ada kekurangan pada dirinya.

"Maulid Nabi artinya merayakan dengan berbahagia dan bergembira pada sosok yang sempurna Rasulullah SAW. 

3. Menumbuhkan kecintaan pada Rasulullah. 

Hikmah maulid nabi juga dapat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali rasa cinta pada Nabi Muhammad SAW dengan mengikuti ajarannya. Mencintai Nabi Muhammad juga berarti mencintai Allah SWT.

Dalam surat Ali Imran ayat 31, dijelaskan bahwa syarat untuk mencintai Allah adalah dengan mengikuti Rasulullah SAW.

4. Meneladani Nabi Muhammad SAW. 

Peringatan maulid nabi bukan sekadar seremonial, tapi meneladani perilaku dan juga perbuatan Nabi Muhammad dalam semua aspek kehidupan dan aktualisasi diri.

"Bagi milenial dapat dicontoh dengan menjadi pemuda hebat. Lalu, bagi para suami dapat mencontoh kejujuran dan keadilan. Serta sosok ayah yang paling baik menyayangi keluarga dan tidak pernah marah. Juga menjadi pemimpin yang sangat adil dan menjadi guru yang bijak,".

5. Melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad SAW

Hikmah maulid nabi juga berarti melanjutkan perjuangan dan misi Nabi Muhammad SAW dengan mengikuti Alquran dan sunah. Mengamalkan Alquran dan sunah dapat menjadi panduan dan juga menyempurnakan keislaman.

Jadikan peringatan maulid nabi sebagai momentum untuk memperbaiki akhlak dengan meniru perilaku Nabi Muhammad dan juga menambah keimanan kepada Allah SWT. (PPTM) 


Senin, 02 November 2020

Ponpes Tanboa Madani Laksanakan Lomba Cerdas Cermat antar TPQ se Kenagarian Tanjung Bonai Aur


Pondok Pesantren Tanboa Madani Tanjung Bonai Aur menggelar kegiatan Lomba Cerdas Cermat antar TPQ/TPSQ se Kenagarian Tanjung Bonai Aur dalam rangka semarak Hari Santri dan Sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Tanboa Madani.

Kegiatan ini menyasar santri TPQ/TPSQ yang ada di kenagarian Tanjung Bonai Aur. Tujuannya  untuk mengenalkan adanya Hari Santri yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden Jokowi pada setiap tanggal 22 Oktober sekaligus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW serta memberikan wadah bagi santri di sini untuk lebih giat dan semangat di dalam menuntut ilmu. 

Lomba Cerdas Cetmat ini diikuti oleh 10 grup utusan TPQ/TPSQ yang ada di Kenagarian Tanjung Bonai Aur Kecamatan Sumpur Kudus. 

Hafizah Irni Chania salah satu peserta yang menyabet juara satu pada lomba cerdas cermat mengaku semakin termotivasi belajar.

“Alhamdulillah, saya dapat Juara 1 cerdas cermat. Rasanya deg-degan. Sebelumnya, saya  berusaha belajar untuk menambah pengetahuan luas. Terima  kasih Panitia dan Ponpes Tanboa Madani telah menggelar kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Lomba, Fikri Hambrullah berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara rutin tiap tahunnya dengan skala yang lebih luas lagi. 

Wali Nagari Tanjung Bonai Aur,  Adam,  S. AP mengatakan ini adalah kegiatan yang luar biasa untuk mengantar santri di TPQ/TPSQ rajin belajar sehingga bisa mendalami ilmu agama dan pengetahuan umum. Senada dengan itu, salah seorang tokoh masyarakat B. Dt. Sumurajo berharap,  Semoga ke depan Panitia dan Ponpes Tanboa Madani bisa kembali hadir untuk menyelenggarakan acara seperti ini dan hari-hari besar lainnya. Hal ini penting  agar ssntri juga dapat termotivasi semangat belajarnya,” tutupnya.(pptm)