Selasa, 20 April 2021

Berkah Ramadhan, Ponpes Tanboa Madani bekerja sama dengan Aet Travel Indonesia / PT. Penjuru Wisata Negeri

Berkah Ramadhan,  Ponpes Tanboa Madani Bekerja Sama dengan Aet Travel Indonesia / PT. Penjuru Wisata Negeri.


Dalam rangka meningkatkan motivasi masyarakat kenagarian Tanjung Bonai Aur (TBA danTBA Selatan) dalam hal membaca al-quran pada bulan Suci Ramadhan 1442 H, Pondok Pesantren Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur bekerja sama dengan Aet Travel Indonesia / PT. Penjuru Wisata Negeri dengan memberangkatkan peserta terbanyak khatam al-quran untuk pelaksanaan Umrah secara Gratis. Hal ini disampaikan langsung oleh Komisaris Utama Aet Travel Indonesia Bapak Nasution, SS pada hari Sabtu, 17 April 2021. 

Ustaz Firman Efendi, S.Pd.I sebagai ketua Panitia kegiatan Berkah Ramadhan tersebut menyampaikan, ada 3 jenis bonus yang akan diberikan kepada masyarakat yang mengkhatamkan al-quran.

1. Terbanyak I   : Umrah Gratis

2. Terbanyak II  : Discount Vocer Umrah Rp.  10.000.000

3. Terbanyak III : Discount Vocer Umrah Rp. 5.000.000


Adapun persyaratan peserta yaitu Warga Kenagarian Tanjung Bonai Aur dengan mengkhatamkan al-quran minimal 1,5 khatam (45 Juz)  dengan batas waktu sampai tanggal 12 Mei 2021 pukul 00.00 wib. 


Pengumuman terbanyak khatam akan di sampaikan waktu Tabligh Akbar tanggal 22 Mei 2021 di Pondok Pesantren Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur. (F2)

Ramadhan, Bulan Menjaga Lisan dan Membersihkan diri dari Dosa-dosa

 Ramadhan, Bulan Menjaga Lisan dan Membersihkan diri dari Dosa-dosa

Penyuluh Agama Islam Nagari Tanjung Bonai Aur
Kecamatan Sumpur Kudus

views: 325

Ramadhan disebut Ash-shiyam yang hakikatnya adalah Al-Imsak atau menahan. Bukan hanya menahan diri dari aktivitas makan dan minum, tetapi menahan diri dari apa yang kita ucapkan dengan lisan agar terhindar dari perkataan kotor.

Ramadhan adalah bulan iman, bulan beribadah dan bulan penuh ketakwaan. Karena itu sebaiknya manusia tidak mengotori hati dan lisannya. Sudah seharusnya kita menghilangkan sesuatu dari lisan kita yang dapat menghilangkan pahala puasa.

Inilah rahasia keberkahan Ramadhan ketika seseorang mampu menahan lisan dan membersihkan hatinya. Ramadhan akan mencuci segala dosa-dosa.

Dalam Tafsir Ar-Razi disebutkan, bulan ini dinamai dengan Ramadhan dikarenakan membakar dosa-dosa, yaitu membakar dosa-dosa itu dengan amal-amal saleh.


Setelah Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, maka kesempatan emas bagi kita untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

...وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَه ..

رواه الترمذي ورواه البخاري

"Dan celakalah seseorang yang kedatangan bulan Ramadhan kemudian berlalu sebelum diampuni dosa-dosanya." (HR. At-Tirmidzi,Al-Bukhari)

Amal Saleh Membakar Dosa-dosa

Setiap amal saleh yang dikerjakan di bulan Ramadhan akan membakar dosa-dosa sebagaimana daun yang berguguran. Karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak taubat kepada Allah. Taubat kepada Allah Ta'ala merupakan salah satu sebab turunnya rahmat dan ampunan.

Allah Ta'ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung". (QS. An-Nur: 31)


Agar dibersihkan dari segala dosa, hendaknya setiap muslim mengisi Ramadhan ini dengan amal saleh. Selain bertaubat dan menjaga lisan, dianjurkan memperbanyak tilawah Qur'an, sholat malam, bersedekah dan menghidupkan sunnah-sunnah Nabi.


Semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam beramal saleh di bulan Ramadhan. Aamin

Kamis, 15 April 2021

Hukum Berpuasa Tanpa Mandi Wajib

 HUKUM BERPUASA TANPA MANDI WAJIB



Ketika seseorang berjunub di malam hari pada bulan ramadhan, baik karena mimpi basah maupun karena hubungan badan, atau karena onani, kemudian belum madi hingga masuk subuh, apakah puasanya sah? 


Kasus yang sering terjadi, mereka berjunub di malam hari dan ketiduran, kemudian bangun sudah masuk waktu shalat subuh.


Karena ketidak tahuannya, ada sebagian orang yang enggan puasa karena belum mandi junub ketika masuk subuh. Yang lebih parah lagi, ada yang tidak shalat subuh karena melanjutkan tidur hingga pagi hari. Padahal semua tindakan ini, meninggalkan shalat atau tidak puasa tanpa alasan, adalah dosa sangat besar. Sementara, belum mandi ketika masuk waktu subuh, BUKAN alasan yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa. Dan meninggalkan puasa tanpa asalan yang benar mendapatkan acaman sangat keras, sebagaimana keterangan di: Hukum Membatalkan Puasa Tanpa Alasan.


Belum Mandi Ketika masuk Waktu Subuh


Bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil. Ini berbeda dengan shalat atau thawaf di ka’bah. Orang yang hendak shalat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil. Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah shalat maka shalatnya batal. Lain halnya dengan puasa, suci dari hadats bukanlah syarat sah puasa. Tidak bisa kita bayangkan andaikan puasa harus suci hadi hadats, tentu semua orang yang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang air selama berpuasa.


Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi hingga subuh, tidak perlu khawatir, karena semacam ini tidaklah mempengaruhi puasanya. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma; mereka menceritakan,


كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ


“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).


At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan,


وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَغَيْرِهِمْ، وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ


Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).


Bolehkah Sahur dalam Kondisi Junub?


Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia berada dalam keadaan harus memilih antara mandi dan sahur, apa yang harus didahulukan?


Dari penjelasan di atas, kita punya kesimpulan bahwa mandi junub tidak harus dilakukan sebelum subuh. Orang boleh mandi junub setelah subuh, dan puasanya tetap sah. Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Seseorang tidak boleh sahur setelah masuk waktu subuh. Dengan menimbang hal ini, seseorang memungkinkan untuk menunda mandi dan tidak mungkin menunda sahur. Karena itu, yang mungkin dia lakukan adalah mendahulukan sahur dan menunda mandi.


Hanya saja, sebelum makan sahur, dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu. Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,


كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جنبا فأراد أن يأكل أو ينام توضأ وضوءه للصلاة


“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (H.r. Muslim, 305).


Jika Hendak Shalat Subuh, Mandi Dulu


Perhatikan, jangan sampai kondisi junub ketika puasa membuat anda meninggalkan shalat subuh, disebabkan malas mandi. Karena meninggalkan shalat adalah dosa yang sangat besar. Sebelum shalat, mandi dulu, karena ini syarat sah shalat.


Allah berfirman,


وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا


“Jika kalian dalam keadaan junub, bersucilah..” (QS. Al-Maidah: 6)


Demikian, semoga bermanfaat.

Rabu, 07 April 2021

Sambut Ramadhan, Penyuluh Kec. Sumpur Kudus laksanakan Thaharah Masjid dan Motivasi kepada Jamaah.

 


Sambut Ramadhan, Penyuluh Kec. Sumpur Kudus laksanakan Thaharah Masjid dan Motivasi kepada Jamaah. 


Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H / 2021 M,  Penyuluh Agama Kecamatan Sumpur Kudus laksanakan Thaharah Masjid dan Motivasi kepada Jamaah.  Pada tahun ini, Masjid yang di Kunjungi yaitu Masjid Babul Khairat yang terletak di Jorong Tanjung Gadang,  Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus,  Kabupaten Sijunjung. 


Sebelum Thaharah Masjid,  Kepada Jamaah diberikan motivasi oleh Bapak Aljamaedi, S. Ag, MA Penyukuh Agama Fungsional Kecamatan Sumpur Kudus. Dalam motivasi tersebut, jamaah di harapkan dapat untuk memaksimalkan bulan tersebut dengan selalu memperbanyak Ibadah, seperti shalat,  zikir, sedekah, dll. Jamaah sangat antusias sekali mendengarnya dan sangat termotivasi untuk melakukannya. Sehingga jamaah meminta kepada ustaz untuk meluangkan waktu mengisi pengajian di Masjid tersebut. 


Selesai kegiatan thaharah masjid,  dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan Penyuluh Agama Non PNS oleh Bapak Kepala KUA Kecamatan Sumpur Kudus. Dalam Pembinaan tersebut disampaikan agar penyuluh tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah pada bulan Ramadhan. 

Kamis, 01 April 2021

Persiapan Diri Menjelang Ramadhan


Tak terasa sebentar lagi Ramadhan tiba. Apa saja yang sudah kita lakukan untuk persiapan bulan Ramadhan?


Biasanya nih, menjelang bulan Ramadhan orang berbondong-bondong belanja ke pasar atau supermarket membeli berbagai kebutuhan bulan puasa. Stok makanan kaleng, sirup botolan untuk berbuka puasa, atau membeli daging untuk persiapan bulan Ramadhan hari pertama.


Tidak hanya yang berkaitan dengan bahan makanan, kita juga harus mempersiapkan diri untuk bisa beribadah dengan tenang saat Ramadhan tiba. Menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih taat kepada Sang Pencipta.


Perubahan ini tentunya tak bisa terjadi dalam satu malam, untuk itu sebelum kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan, lebih baik kita membiasakan diri untuk mencapai spiritualitas yang maksimal di bulan suci ini. 


Tak hanya Ramadhan saja, memperbaiki kualitas spiritual memang baik dilakukan kapan saja. Namun, karena Ramadhan sudah di depan mata, maka inilah waktunya untuk memperkuat niat dan mengimplementasikan ajaran-Nya untuk perubahan yang lebih baik.


Setidaknya,  ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan sebelum Ramadhan :


1. Bertaubat


Taubat terkadang selalu dikaitkan dengan dosa besar. Padahal taubat juga perlu dilakukan untuk memohon pengampunan dari dosa besar maupun kecil, sengaja maupun tidak disengaja.


Taubat artinya mengakui bahwa kita hanyalah manusia yang tak luput dari dosa. Bertaubat dicerminkan dari implementasi ibadah yang tak henti, memohon ampun mengucap istighfar dan selalu berdzikir. Memasuki bulan Ramadhan ini, adalah saat tepat untuk melakukannya.


2. Meningkatkan kualitas ibadah


Sebuah pengingat penting yang harus ditanamkan di dalam hati. Umumnya saat Ramadhan kita selalu melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti tarawih atau membaca Al Quran lebih sering. Namun malah melupakan ibadah wajib yang masih seringkali terlupakan.


Ayooo ngaku... siapa yang malas menunggu subuh tiba karena tak kuat melawan kantuk setelah sahur? Atau masih suka menunda-nunda shalat wajib lantaran banyak pekerjaan yang harus diselesaikan? 


3. Menahan diri dari berbagai tindakan negatif


Memang, mengatakan untuk menahan diri dari berbagai tindakan negatif lebih mudah diucapkan ketimbang dilakukan.


Jangan terlalu fokus pada aksi-aksi besar seperti melakukan bakti sosial kepada mereka yang membutuhkan bantuan, tapi malah melupakan hal-hal kecil yang luput dari perhatian kita.


Contohnya seperti apa? Membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, ikut menyebarkan gosip yang belum tentu kebenarannya, atau mempercayai kebohongan-kebohongan yang diciptakan untuk menjatuhkan orang lain.


Nah, di bulan Ramadhan ini saatnya berubah. Tindakan yang terlihat kecil itupun juga menghadirkan dosa kalau dilakukan terus-menerus.


4. Ubah pola tidur


Dengan adanya makan sahur, pola tidur juga terkadang menjadi sebuah persoalan umum yang dihadapi hampir semua orang yang ikut berpuasa.


Ada orang terbiasa untuk tak tidur selepas sahur dan masih tetap bersemangat sepanjang hari. Tapi ada juga mereka yang harus kembali tidur, meskipun sulit karena biasanya jam kerja dan aktivitas menjadi lebih pagi di bulan Ramadhan sebagai kompensasi pulang cepat di sore harinya.


Berikan batasan waktu jam berapakah Anda harus tertidur di malam hari, untuk dapat bangun untuk sahur. Pasang pengingat jika perlu. Dan selalu disiplin dengan jadwal tidur dan bangun yang sudah Anda buat sendiri demi Ramadhan yang lebih terjadwal.


5. Mantapkan niat dan renungkan tujuan Ramadhan


Seperti hal lainnya dalam hidup, Ramadhan juga butuh tujuan. Bagus jika kita memiliki tujuan Ramadhan yang ditanamkan di dalam benak. Sebab hal ini akan membantu untuk mencapai apa yang hendak dicapai pada bulan Ramadhan.


Memasuki bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga memperkuat iman dan Islam kita. 

Semoga Bermanfaat


Kamis, 25 Maret 2021

Pengurus Ponpes Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur Silaturrahmi dengan wakil ketua DPpRD Kab. Sijunjung

Pengurus Ponpes Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur Silaturrahmi dengan wakil ketua DPRD Kab. Sijunjung.

Rabu, 24 Maret 2021 

Sijunjung, Pengurus Pondok Pesantren melakukan silaturahmi ke Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Rabu, 24 Maret 2021. 

Kunjungan Pengurus Ponpes yang diwakili oleh Ust. Firman Efendi, S.Pd.I diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sijunjung, Ust. Sofyan Hendri, S. Pd.I.

Pada pertemuan tersebut, Pengurus Ponpes menyampaikan bahwa maksud dan tujuan tersebut, semata-semata adalah kunjungan silaturahmi sekaligus meminta perhatian Pemda melalui lembaga DPRD untuk sarana berproses dan pengembangan seni santri di Kabupaten Sijunjung.“Alhamdulillah, diterima langsung oleh wakil Ketua DPRD Sijunjung, dan sangat merespons terkait pengembangan pesantren di daerah ini,” katanya.

Disebutkan bahwa kondisi beberapa Ponpes di Sijunjung termasuk Ponpes Tanboa Madani. MN, memang sangat membutuhkan perhatian di bidang sarana dan prasarana. “Olehnya itu, kami menyampaikan ini ke DPRD agar para pejabat di DPRD bisa memperhatikan kami dalam pengembangan Ponpes di daerah ini, Kabupaten Sijunjung,” ucapnya. (F2)


Selasa, 16 Maret 2021

Ponpes Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur adakan Kegiatan Lomba Pildacil dan Cerdas Cermat antar SD

Dalam Rangka Memperingati Isra Miraj,  Ponpes Tanboa Madani. MN Tanjung Bonai Aur adakan Lomba Pildacil dan Cerdas Cermat se Kecamatan Sumpur Kudus. 

Rabu, 10 Maret 2021

Pondok Pesantren Tanboa Madani, MN merupakan salah satu Ponpes yang ada di Kabupaten Sijunjung yang berlokasi di Jorong Pauh,  Nagari Tanjung Bonai Aur,  Kecamatan Sumpur Kudus. 

Dalam rangka memperingati isra dan miraj nabi Muhammad saw serta dalam rangka memperkenalkan keberadaan Ponpes Tanboa Madani kepada masyarakat,  ponpes tanboa madani mengadakan Lomba Pildacil dan Cerdas Cerdas antar SD se Kecamatan Sumpur Kudus. 

Pengurus yayasan Bapak Hamdani, S.Pd dalam sambutanya mengatakan bahwa Ponpes Tanboa Madani, MN berusaha untuk mewujudkan generasi qurani dengan Program Tahfiz dan Mengembangkan Potensi keterampilan santri melalui Teknologi, sehingga lulusan dari Ponpes memiliki bekal ilmu agama dan memiliki keterampilan untuk terjun kelapangan kerja. 

Pembina yayasan yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Dt. Sumurajo mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias dan mendukung keberadaan Ponpes ini. Semoga Ponpes Tanboa Madani nantinya ajan diminati dan dikenal oleh masyarakat luas. 

Kepala kantor Urusan Agama Kec. Sumpur Kudus Bapak Trimuspida Risman, S.Ag dalam arahanya Menyampaikan bahwa Lomba yang dilaksanakan ini bisa untuk melatih mental bertanding siswa dan siap untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi lagi. (Firman)