Minggu, 13 Februari 2022

Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec. Sumpur Kudus ikut serta Sponsori Lomba Cerdas Cermat dan Pildacil antar SD di Ponpes Tanboa Madani.MN Tanjung Bonai Aur.Dalam rangka memperingati hari besar Islam Isra dan Mi'raj tahun 2022, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Sumpur Kudus ikut andil untuk mensponsori kegiatan Lomba Cerdas Cermat dan Pildacil antar SD se Kecamatan Sumpur Kudus, Koto VII, dan Lintau Buo yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Tanboa Madani.MN Tanjung Bonai Aur pada tanggal 12 & 13 Februari 2022. Semoga kegiatan ini bisa untuk melatih mental tampil bagi siswa siswi dan menambah wawasan siswa.

Tanjung Bonai Aur, Sabtu 12 Februari 2022. 
Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec. Sumpur Kudus ikut serta Sponsori Lomba Cerdas Cermat dan Pildacil antar SD di Ponpes Tanboa Madani.MN Tanjung Bonai Aur.

Disamping kegiatan wajib penyuluh agama islam non PNS juga dituntut untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan perayaan hari besar Islam (PHBI) seperti Maulud Nabi Muhammad SAW, Isra Mi'raj, dan lain-lain maupun perayaan hari besar negara (PHBN) seperti 17 Agustus, dll.

Pada bulan ini, Dalam rangka memperingati hari besar Islam Isra dan Mi'raj tahun 2022, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Sumpur Kudus ikut andil untuk mensponsori kegiatan Lomba Cerdas Cermat dan Pildacil antar SD se Kecamatan Sumpur Kudus, Koto VII, dan Lintau Buo yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Tanboa Madani.MN Tanjung Bonai Aur pada tanggal 12 & 13 Februari 2022. 

Semoga kegiatan ini bisa untuk melatih mental tampil bagi siswa siswi dan menambah wawasan siswa. 


Kamis, 16 Desember 2021

Hikmah Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari

Tanjung Bonai Aur - Pengertian Al Quran sesuai bahasa adalah bacaan atau yang dibaca. Menurut istilah, pengertian Al Quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
Al Quran diturunkan melalui malaikat Jibril yang dihimpun dalam mushaf yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad.

Fungsi Al Quran
Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti ada manfaatnya. Al Quran mengandung banyak pokok ajaran sehingga seluruh hidup dan kehidupan ini menjadi teratur.


Oleh karena itu di dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang menjelaskan tentang fungsi Al Quran, seperti dikutip dari buku Al Quran dan Hadist karya Muhaemin:

1. Petunjuk bagi Manusia

Al Quran adalah kitab suci yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia yang beriman dan bertakwa daam hidup dan kehidupannya.

Hal ini sesuai firman Allah dalam Surat Al A'raf ayat 52:

وَلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ - ٥٢

"Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur'an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Hal ini dapat terlihat bagi siapa saja (manusia) yang mengikuti petunjuk Al Quran akan mendapatkan kemuliaan, kejayaan, keselamatan, dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

2. Sumber Pokok Ajaran Islam

Sumber pokok ajaran Islam adalah Al Quran.

Sebab dari Al Quranlah diambil segala pokok syariat dan dalil-dalil syar'i yang mencakup seluruh aspek hukum bagi manusia dalam menjalani hidup di dunia atau di akhirat.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Surat An Nisa ayat 105:

اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ اَرٰىكَ اللّٰهُ ۗوَلَا تَكُنْ لِّلْخَاۤىِٕنِيْنَ خَصِيْمًا ۙ - ١٠٥


Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat,

3. Pengajaran bagi Manusia

Al Quran adalah pengajaran bagi manusia. Karena itu manusia mengetahui jalan yang hak dan batil, antara yang benar dan yang sesat dan lainnya.

Hal ini tercantum dalam Surat Yunus ayat 57:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ - ٥٧

Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.

Dengan fungsi Al Quran itulah Al Quran memiliki peran yang sangat penting dalam menjalani hidup. Tujuannya agar hidup berjalan kebenaran dan keselamatan di dunia dan akhirat. (F2)


Selasa, 16 November 2021

Bersih, Belum Tentu Suci

Hati-hati!.....
Bersih belum tentu suci..
Nampak bersih tapi bergelimang najis 

Realiti

Seorang ibu memandikan bayinya. Pampers dicabut lalu tanpa dibasuh dulu, si anak langsung di rendam di dalam bak mandi bayi. 

Selesai mandi, diangkat bayi tadi tanpa disiram lagi seluruh tubuh si bayi yang masih menempel najis.

Terkadang...
Ketika anak menunggu dipakaikan pampers, ia sudah terkencing. Terus si ibu mengelap dengan handuk yang digunakan juga untuk mengelap tubuh si anak, lalu langsung memakaikan baju si anak dan ibu ini meneruskan kerja-kerja yang lain tanpa membersihkan dengan baik kawasan yang terkena air kencing tersebut.

Ini kisah yang sering terjadi dan pelbagai macam 'cara' membersihkan najis yang salah serta dianggap remeh oleh segelintir kita ibu-ibu 

Sadar atau tidak...

1. Najis WAJIB dibersihkan dengan baik hingga suci (hilang bau, warna dan rasa). Masyarakat kita menganggap najis itu adalah kotoran besar/tahi saja. Padahal AIR KENCING juga adalah najis. Penyuciannya juga sama, wajib betul-betul bersih dan suci.

2. Bak mandi yang direndamkan bayi tanpa mencuci dahulu kemaluan bayi yang terkena najis akan menjadikan seluruh air mandian tersebut telah tercemar dengan najis dan tidak dapat mensucikan lagi. 

3. Handuk atau pakaian yang terkena air kencing bayi adalah najis dan jika terkena pakaian atau tempat lain maka harus diganti dengan yang baru. 

4. Lantai kamar mandi yang sudah terkena air kencing lalu tidak disiram dengan baik dan terkena pula pada pakaian atau badan adalah najis yang jika dibawa keluar akan memindahkan najis tersebut ke tempat lain. 

5. Pakaian yang bernajis dipakai pula untuk solat serta solat ditempat bernajis tidak sah dan tidak diterima solatnya. Jika solat pun tidak diterima apalagi lagi doanya..

Sedih melihat betapa kurangnya kefahaman kita tentang pemahaman najis dan cara mensucikannya. Segelintir kita mengangap asal tidak nampak betul-betul sebagai tahi maka dianggap bukan najis. Jelas ini adalah pemahaman yang salah. 

Tidakkah kita bertanya kepada diri?

Mampukah kita mendidik dengan baik anak-anak kita jika dari kecil tubuhnya bergelimang najis? 
Ibu ayah bergelimang dosa karena pengabaian pendidikan thaharah dan penyuciannya ? 
Lalu bagaimana solatnya, doanya harus diterima Allah ?
Akibatnya jauh lebih besar

Seisi keluarga solat tidak diterima, doanya tidak dimakbulkan, rumahnya menjadi tempat kotor persingahan syaitan, membesarkan anak-anak yang hatinya keras dan kematiannya dalam keadaan tercela dan diazab asbab daripada AIR KENCING..
Nauzubillah ...

Ini bukan sekadar pendidikan "kebersihan" yang biasa-biasa saja, bahkan dampaknya mampu memberi sebuah rasa ketenangan dan keharmonisan dalam rumah tangga jika dijaga dengan baik. 

Untuk para suami dan isteri...

Wahai para suami, didik dan berikanlah ilmu agama yang secukupnya bermula daripada aspek "kebersihan dalam Islam" yang kian dipandang ringan oleh kebanyakan keluarga Islam. 

Tidak salah anda mengajarkan atau belajar kembali ' Pelajaran Thaharah'  membahas bersama keluarga sehingga difahami keseluruhan ahli keluarga anda dengan baik. 

Mana yang salah tegur dan ajak bersama-sama diperbaiki. Perhatikan cara isteri mengurus najis anak kecil, dan tegur dengan cara yang baik sembari diajarkan jika terdapat kesalahan. 

Perhatikan cara anak-anak menggunakan kamar mandi, cara istinja sesuai syariat, memastikan mereka mampu menjaga adabnya dengan baik. Anak-anak lebih mudah dididik melalui teladan. Jadilah seorang suami yang kepimpinannya dan kewibaannya bukan hanya terletak pada katanya tetapi teladan yang baik yang membentuk isteri dan anak lebih dekat dengan ketakwaan.

Wahai para isteri, para ibu, para calon istri ataupun calon ibu, masa mengurus anak adalah masalah yang dihadapi seharian 24 jam, maka perkemaskan diri dengan ilmu agama, yang dipraktikkan dengan baik khususnya dalam aspek kebersihan ini. 

Kadang kita lelah, sedih memarahi sikap anak yang melawan kata, geram dengan perangainya yang keras hati lalu tidak menyelidik atau introspeksi diri, rupanya kita gagal BUKAN karena perangai buruk mereka tetapi dari kecil kita sendiri melakukan dosa membiarkan anak dan rumah tangga begelimang najis, lalu mengharap anak mendengar kata? sedangkan rumah tangga yang kita bina didampingi syaitan akibat gagal mengurus najis dengan baik. 

Kain baju bernajis bercampur aduk, anak-anak masih kecil sebebasnya keluar masuk kamar mandi tidak beralas kaki, anak-anak lelaki dibiarkan kencing berdiri, air kencing, tahi, muntah dll, yang diurus dengan ceteknya ilmu. 

Yaa Robb ...

Mulianya seorang isteri apabila 'lelahnya' mengurus keluarga bukan sekedar makan dan minum tetapi memastikan keluarganya terpelihara daripada mendapat azab-Nya sehingga tidak ada ganjaran yang lebih layak baginya melainkan syurga.

Ambillah juga pengajaran buat semua terutama yang dipertangungjawab mengurus anak dan keluarga. Semoga Allah selalu memelihara dan merahmati.

Wallahu ta'ala a'lam
Baarokallaahu fiikum 

Senin, 08 November 2021

TPQ 3 Nagari ikuti Lomba Cerdas Cermat di Ponpes Tanboa Madani.MN

Pondok Pesantren Tanboa Madani Tanjung Bonai Aur menggelar kegiatan Lomba Cerdas Cermat antar TPQ/TPSQ se Kenagarian Tanjung Bonai Aur, Tanjung Bonai Aur Selatan, dan Kumanis dalam rangka semarak Hari Santri dan Sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Tanboa Madani.MN.

Kegiatan ini menyasar santri TPQ/TPSQ yang ada di 3 nagari tersebut. Tujuannya  untuk mengenalkan adanya Hari Santri yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden Jokowi pada setiap tanggal 22 Oktober sekaligus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW serta memberikan wadah bagi santri di sini untuk lebih giat dan semangat di dalam menuntut ilmu. 

Lomba Cerdas Cetmat ini diikuti oleh 24 grup utusan TPQ/TPSQ yang ada di Kenagarian Tanjung Bonai Aur, Tanjung Bonai Aur Selatan, dan Kumanis. 

salah satu peserta yang menyabet juara pada lomba cerdas cermat mengaku semakin termotivasi untuk belajar.

“Alhamdulillah, saya dapat Juara cerdas cermat. Rasanya deg-degan. Sebelumnya, saya  berusaha belajar untuk menambah pengetahuan luas. Terima  kasih Panitia dan Ponpes Tanboa Madani telah menggelar kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Lomba, Linda Wahyuni, S.SI mengatakan bahwa kegiatan ini dapat berlangsung secara rutin tiap tahunnya dengan skala yang lebih luas lagi. 

Ketua yayasan, Adam,  S. AP mengatakan ini adalah kegiatan yang luar biasa untuk mengantar santri di TPQ/TPSQ rajin belajar sehingga bisa mendalami ilmu agama dan pengetahuan umum. Senada dengan itu, salah seorang tokoh masyarakat B. Dt. Sumurajo berharap,  Semoga ke depan Panitia dan Ponpes Tanboa Madani bisa kembali hadir untuk menyelenggarakan acara seperti ini dan hari-hari besar lainnya. Hal ini penting  agar santri juga dapat termotivasi semangat belajarnya,” tutupnya.

Adapun yang menjadi pemenang pada Lomba ini yaitu Juara 1 diraih oleh TPQ Nurul Jannah, Juara 2 TPQ Darul Ikhsan, dan Juara 3 TPQ Babul Hasanah. 


Minggu, 17 Oktober 2021

Nagari TBA Selatan adakan MTQ antar TPQ

 


Tanjung Bonai Aur Selatan – Dalam rangka mengevaluasi kegiatan TPQ, Pemerintahan nagari Tanjung Bonai Aur Selatan Laksanakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)Tingkat Nagari di Mushallah Baitul Hasanah pada Minggu, 17 Oktober 2021.


MTQ ini dibuka oleh camat sumpur Kudus yang diwakili oleh Kasubag Camat Sumpur Kudus Bapak Syafriyul, S.AP. Hadir pada acara tersebut Wali Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan beserta perangkat, Ketua KAN Z. Dt. Gindo Jalelo, Penyuluh Agama Islam, serta Niniek mamak dan Tokoh Masyarakat. 



Rosna Juwita sebagai ketua pelaksana MTQ menyebutkan, Dalam menghadapi zaman digital sekarang ini masih banyak generasi muda yang tidak memahami isi kandungan Al-Qur’an disebabkan tidak adanya minat dan baca, baik baca Al-Qur’an maupun seni baca Al-Qur’an.


“Oleh karena itu untuk menumbuhkan minat dan pemahaman seni algur’an, maka diadakan lomba MTQ antar TPQ se kenagarian Tanjung Bonai Aur Selatan untuk memotivasi generasi muda guna mempersiapkan diri pada lomba ketingkat yang lebih tinggi, baik kecamatan, kabupaten maupun propinsi.




MTQ tingkat Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Oktober 2021 yang diikuti oleh kafilah dari 8 TPQ yang ada di Nagari TBA Selatan, setiap TPQ mengutus 2 orang peserta.


“Kita telah lama tidak mengadakan kegiatan karena pandemi covid 19, dengan telah menurunnya covid saat ini kita bisa melakukan kegiatan kembali. Kegiatan positif yang kita laksanakan ini semoga dilancarkan oleh allah hendaknya dan kita berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menambah ke imanan dan ketakwaan kita terhadap Allah SWT. 


Dengan adanya kegiatan MTQ ini, diharapkan bisa menjadi evaluasi bagi kita untuk nenumbuhkan minat dan pemahaman tentang seni baca algur’an.


“Semoga kegiatan MTQ ini nantinya akan melahirkan khafilah – kafilah baru yang bisa membanggakan keluarga dan daerah nya, bisa nanti lahir kafilah yang sukses baik ditingkat Kecamatan, kabupaten, provinsi maupun ke tingkat nasional nanti hendaknya.




Kamis, 07 Oktober 2021

Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

 

Penyuluh Agama Islam
Kecamatan Sumpur Kudus


Umat Islam akan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal yang jatuh pada Rabu, 20 Oktober 2021. Terdapat sejumlah hikmah yang bisa dipetik dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Hikmah tersebut adalah nilai-nilai yang bisa diambil dari suatu peristiwa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setidak nya terdapat lima hikmah yang bisa diambil dari peristiwa dan peringatan maulid nabi Muhammad, SAW.

1. Bersholawat untuk Rasulullah

Peringatan maulid nabi dapat dijadikan momentum untuk mengirimkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.


"Pertama, peringatan maulid nabi mendorong kita semua untuk senantiasa menghadirkan dan memperbanyak sholawat pada Baginda Rasulullah, sesuai dengan surat Al-Ahzab ayat 56,

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya," firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 56.

2. Waktu bergembira

Umat Islam juga mesti bergembira memperingati maulid nabi. Pasalnya, peringatan maulid nabi berarti merayakan kehadiran sosok yang menjadi suri teladan bagi umat Islam sesuai dengan surat Al-Ahzab ayat 21.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah," firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21.

Allah SWT menjuluki Nabi Muhammad sebagai uswah yang berarti tidak ada kekurangan pada dirinya.

"Maulid Nabi artinya merayakan dengan berbahagia dan bergembira pada sosok yang sempurna Rasulullah SAW," ujar Hilman.

3. Menumbuhkan kecintaan pada Rasulullah

Hikmah maulid nabi juga dapat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali rasa cinta pada Nabi Muhammad SAW dengan mengikuti ajarannya. Mencintai Nabi Muhammad juga berarti mencintai Allah SWT.

Dalam surat Ali Imran ayat 31, dijelaskan bahwa syarat untuk mencintai Allah adalah dengan mengikuti Rasulullah SAW.

"Bertepatan dengan pandemi, ini saat merayu kasih sayang Allah SWT, di tengah kondisi yang tidak pasti mudah-mudahan dikuatkan melalui maulid nabi ini," tutur Hilman.

4. Meneladani Nabi Muhammad SAW

Hilman mengingatkan bahwa peringatan maulid nabi bukan sekadar seremonial, tapi meneladani perilaku dan juga perbuatan Nabi Muhammad dalam semua aspek kehidupan dan aktualisasi diri.

"Bagi milenial dapat dicontoh dengan menjadi pemuda hebat. Lalu, bagi para suami dapat mencontoh kejujuran dan keadilan. Serta sosok ayah yang paling baik menyayangi keluarga dan tidak pernah marah. Juga menjadi pemimpin yang sangat adil dan menjadi guru yang bijak," kata Hilman.

5. Melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad SAW

Hikmah maulid nabi juga berarti melanjutkan perjuangan dan misi Nabi Muhammad SAW dengan mengikuti Alquran dan sunah. Mengamalkan Alquran dan sunah dapat menjadi panduan dan juga menyempurnakan keislaman.

Maka untuk itu, mari kita Jadikan peringatan maulid nabi sebagai momentum untuk memperbaiki akhlak dengan meniru perilaku Nabi Muhammad dan juga menambah keimanan kepada Allah SWT.

Kamis, 26 Agustus 2021

Tafsir Ibnu Katsir Surah Alfatihah

 



Surat Al Fatihah merupakan induk dari surat-surat yang ada di Alquran. Makna dari Al-Quran terangkum dalam 7 ayat yang ada di Surat Al Fatihah. 


Tafsir Surat Al Fatihah

Sebagaimana yang tertulis dalam Alquran, bahwa ayat pertama Al Fatihah merupakan bacaan Basmalah,


Ayat pertama


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.


Ada perbedaan pendapat mengenai tafsir Surat Al Fatihah ayat pertama ini, karena biasanya kalimat basmallah merupakan pemisah antar surat, sebagaimana yang diriwayatkan Abu daud dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah tidak mengetahui pemisah surat sehingga diturunkanlah bismillahirrahmaniraahim.


Ibnu Abbas mengemukakan sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Daud. “Barangsiapa yang berpandangan bahwa ia termasuk Fatihah, berarti ia berpendapat bahwa membacanya harus zahir dalam sholat, dan orang yang tidak berpendapat demikian, berarti membacanya secara sir (tidak keras).


Ayat kedua


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,


“Segala uji kepunyaan Allah” yaitu rasa syukur yang hanya diperuntukan untuk Allah Subhanahu Wata’ala semata bukan kepada hal lain yang merupakan ciptaan-Nya. Sebab Allah telah menganugerahkan nikmat kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, bagi Rabb kitalah segala puji, baik pada masa awal maupun akhir.


Huruf alif dan lam pada kalimat al hamdulillah ditunjukan untuk mencakup segala jenis pujian yang merupakan hak Allah Subhanahu Wata'ala. Sebagaimana kata Rabb yang hanya boleh ditunjukan pada Allah, bukan yang lainnya.


Ayat ketiga


: الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ


Artinya: Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,


Ar-Rahman Ar-Rahim menunjukkan makna "sangat". berarti Allah menegaskan bahwa Allah merupakan pemberi rahmat di dunia dan akhirat. Allah menggunakan frase "Maha Penyayang" khusus bagi kaum mukmin, dan tidak boleh ada hambaNya yang menggunakan nama tersebut.


Ayat keempat


مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ


Artinya: Pemilik hari pembalasan


Dia, Allah adalah pemilik hari dunia dan akhirat. Kata Dia kepada hari akhirat disebabkan di sana tidak ada siapapun selain Allah Subhanahu Wata'ala yang mengklaim akhirat sebagai miliknya dan tiada seorangpun yang dapat berbicara melainkan atas izin Nya.


Ayat kelima


اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ


Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.


Kata iyyaka merupakan objek yang didahulukan untuk tujuan pembatasan supaya tujuan pembicara fokus pada apa yang akan diutarakan.


Kalimat "Hanya kepada Engkaulah kami beribadah" kalimat ini menunjukkan penyucian diri dari kemusyrikan.


Kalimat "Hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan" merupakan penyucian dari apa yang telah diusahakan dengan menyerahkan segala hanya kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung.


Ayat keenam


اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ


Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus,


Ayat ini mengandung dalil yang menganjurkan ber-tawassul dengan sifat-sifat yang tinggi dan amal saleh. Setelah seorang hamba mengagungkan sifat Allah dan beramal saleh untuk Allah, kemudian ia memohon akan kebutuhannya.


Ayat ketujuh


صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ


Artinya; (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.


Pada kalimat "Jalannya orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka" menafsirkan "Jalan yang lurus". Jalan yang telah diberi nikmat yaitu jalan orang-orang yang telah menaati Allah dan RasulNya.


Penggalan "Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat" Hal ini merupakan orang-orang yang mengingkari perintah Allah dan ajaran para RasulNya. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan dan mengikuti kesesatan, mereka itu adalah orang-orang yang tidak mendapatkan petunjuk Allah Subhanahu Wata'ala.